Terpejam mataku sejenak
waktu itu Aku terlahir kedunia ini dengantangisan entah bahagia atu tidak yang jelas aku menangis dan meronta begitu kencangnya kemudian terdiam sejenak. kulihat wajah ibuku yang begitu indah dengan wajah yang sayu dan suci dan terlihat kedamaina diwajahnya akupun membalas senyum ibuku. kemudian kulihat sosok ayahku memandangiku dengan begitu gagahnya didepanku dan diapun melontarkan senyum yang tulus padaku dan disambut dengan elusan hangat kurasa ditelapak tangan kasihnya.
kemudia aku berfikir sejenak sambil menatap kedua orangtuaku. Apakah aku anak satu-satunya yang terlahir kedunia ini atau masih banyak yang belum kuketahui …dan akhirnya kulihat beberapa sosok yang tak kukenal dan mereka mirip sekali dengan ayahku dan ibuku, oow mereka adalah kakak-kakaku..dan aku sadar ternyata aku bukan anak satu-satunya yang mereka lahirkan. masih banyak kaka-kakaku yang belum kulihat…ternyata aku adalah anak dari sembilan bersaudara dan akulah anak yang terlahir kedunia ini dan mengakhiri kelahiran selanjutnya, pikirku.
Aku terlahir sebagai manusia yang sangat sempurna dan tak ada cacat sedikitpun dalam tubuhku kecuali aku sendiri yang membuat cacat tubuhku ini
benar pikirku sewaktu aku dilahirkan masa kecil memang masa menyebalkan buat orang dewasa sepertiku dan aku adalah anak kecil yang susah diatur sehingga banyak bekas luka dalam tubuhku karena aku adalah anak yang paling aktif dan tak pernah diam sampai-sampai ibuku pun kewalahan mengurusiku, beruntung sekali ibuku mempunya anak selain aku dan mereka yang megasuhku..tapi yang kurasakan tak ada kasih sayang yang kudapatkan dari kakaku karena kakaku tak ada seorangpun wanita yang bisa mengurusku semuanya laki-laki, hanya ada satu kaka perempuanku tetapi dia telah pergi jauh bersama suaminya dan aku besar oleh ibuku sendiri..kata orang aku tak bisa lepas dari ibuku kemanapun ia pergi aku selalu mengikutinya meskipun hanya sebentar…
kebiasaanku sewaktu kecil aku suka saat ibuku menceritakan sesuatu yang membuatku tertidur yaitu bercerita 'sikadangkuya dan sikadang monyet' dan yang aku rasakan sampai sekarang, jika kutidur kuminta ibuku untuk mengelus rambutku ‘saliksik’ sampai aku pulas dalam tidur.
aku sadari ibuku tak pernah memanjakanku dan aku rasakan sewaktu kecil aku selalu kekurangan, tak seperti anak yang lain. Ayahkupun tak pernah memanjakanku, pernah suatu waktu aku menangis merengek minta uang pada ayahku hanya untuk jajan, maklumlah waktu masih kecil suka sekali yang namanya jajan tapi ayahku berbeda setiap aku meminta uang untuk jajan aku selalu dimarahi karena ayahku selalu bilang ..'buat apa jajan, karena dirumah juga banyak makanan , makanlah dirumah yang banyak biar gak jajan..', namanya juga anak kecil meski banyak makanan dirunah pasti ada saja yang mau dibeli. Yah memang masa kecil yang indah dan bahagia yang jelas kurasakan masa kecil itu indah.
Aku mulai berfikir usia 12 tahun dan waktu itu aku masih duduk di kelas SD, aku terbiasa untuk tidak manja dan selalu membantu orang tua, aku tak biasa mencuci bajuku sendiri pada ibuku, aku sendiri yang mencuci malah kadang aku membantu ibuku mencuci piring dan menyapu, bersihkan rumah.
Kemudian aku masuk di bangku SLTP aku masuk ke MTS karena keluargaku tak ada satupun yang sekolah di SMP karena tidak ada pelajaran keagaan, yah maklum karena aku dari keluarga yang baik he..he.. bapaku adalah sesosok guru MI ‘madrasah Ibtidaiyah’ dan bapakku adalah tokoh masyarakat yang dilihat oleh semua orang dan kudengan semua orang memanggil bapaku ustad. Semenjak aku duduk di MTS aku mulai berubah soal pergaulan dan tingkah laku, aku mulai jarang main bersama teman-temanku
aku sering menghabiskan waktuku dirumah seorang diri dan kadang aku habiskan dengan kegiatan yang lumayan untuk dinikmati. Disekolahpun aku tak begitu banyak tingkah karena pikirku aku tak bisa mengikuti
bersambung aje yah cape nulisnya terlalu banyak cerita......he...he
siippp boos
di tunggu karya selanjutnya