Sarana Perkenalan dan Persahabatan

Selamat Datang , mari kita gunakan kesempatan kita untuk mengisinya dengan pengalaman dan tukar informasi dibidang pekerjaan, teknologi informasi, dan masalah masalah fikrah masing masing. untuk teman teman SMA dapat Login Dengan id sahabat_jiwa86 dan paswordnya Guru Akuntansi Kita Yakni Aba .......

Wednesday, February 01, 2006

Atas Nama CiNta

Rasanya sudah lama kita bergaul dengan cinta. Sewaktu kita masih muda dulu, cinta dipahami dengan sederhana namun provokatif Bagi para pe-lakonnya, cinta adalah perpaduan antara perasaan untuk memiliki dan perasaan takut akan kehilangan seseorang yang dicintai. Cinta tipe ini merupakan cinta yang banyak dijual di kisah-kisah roman.
Seiring waktu, kita menyentuh tataran yang lebih tinggi dari cinta. Yakni cinta kepada sesama insan. Merasakan kesulitan yang dialami orang lain dan berusaha memahami sesama adalah perwujudan cinta tipe ini. Slogan pintar-pintar merasa menjadi tonggaknya. Menjaga perasaan rekan dan kerabat, agar tidak terluka akibat sikap dan ucapan kita, adalah upaya untuk merajut cinta.
Implementasi lainnya ialah ikut merasakan susah pada saat saudara kita terluka...dan ikut gembira pada saat saudara kita mendapat nikmat.
Singkatnya, 'ber-bening hati' menjadi panglima dalam cinta jenis ini.
Dewasa pun menjelang, kita merasakan kebutuhan untuk mendapatkan cinta Sang Penguasa jiwa. Kita butuh menyalurkan cinta makhluk kepada Sang Khalik. Cintanya seorang anak manusia kepada Allah, Sang Pencipta manusia.
Sebagaimana layaknya cinta sepasang insan, cinta kepada Allah juga harus di bangun setiap saat.
Dalam percintaan, memahami apa yg disukai sang kekasih adalah keharusan. Jika sang kekasih menyukai sesuatu, otomatis kita akan berusaha pula untuk menyukai kesukaannya tersebut, walaupun awalnya kurang suka. Begitulah bangunan cinta dibina.
Dalam menggapai cinta Ilahi, juga diperlukan pengetahuan apa-apa saja yg dicintai Allah dan hal-hal yang dilarang-Nya.
Allah mencintai hamba-Nya yg mendekatkan diri kepada-Nya dengan ibadah wajib dan nafilah, maka kita pun bersegera mengerjakannya. Karena Allah mencintai makhluk-Nya yang sujud di keheningan malam, maka muslim pun menjemput qiyamullail. Ketika Ia membenci manusia yang sombong maka mukmin pun membumi dan ber-rendah hati.
Dan di saat Sang Raja manusia menghendaki makhluk-Nya untuk saling mengasihi, berurailah tirai-tirai ke-aku-an dan insan pun saling mengangkat saudara.
Agaknya, cinta kan tetap menjadi bahan renungan yang tak kunjung jenuh, materi diskusi yang selalu menarik dan sumber ilham yang tak kunjung redup.
Sejarah mencatat, ulama sekaliber Ibnu Qayyim Al Jauziyyah pun merasa perlu untuk menulis kitab khusus tentang cinta (Taman Para Pecinta / Raudhah Al Muhibbin). Bahkan Pemikir-pemikir kontemporer harus menjual tema cinta agar buku-buku mereka dilirik anak muda. Tak terhitung film yang masuk box offices karena mengusung tema cinta. Dan entah berapa banyak seniman yang sudah dan akan mendendangkannya.
Di taman mana pun anda sedang menanam benih cinta,
teruslah menyiramnya,
agar kelak pohonnya berbuah dan berbunga?
*****
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mencintai-Mu,
mencintai siapa saja yang mencintai-Mu,
serta perbuatan yang mengantarkan aku untuk mencintai-Mu (HR Tirmidzi


Latf_al_fatih Aje Deh Nu Kasep Te@

0 Comments:

Post a Comment

<< Home